Create an Account it takes less than a minute. If you have already account please LOGIN
OR LOGIN WITHLorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum.
Bila kita simak lebih lanjut, secara morphologi sebutan kata “Nyuh Aya” menjadi “Nyah Aaya” yang berarti orang besar/keturunan orang besar.
Ditinjau dari etimologi, Bungaya berasal dari kata Bung + Aaya, dimana kata Bung = Bong = Wong berarti orang, dan Aya = Besar, jadi sebutan yang semula dari Nyuhaya=Aya, Aya=Bungaya=Bongaya yang berarti Orang Besar/Keturunan Orang Besar. Dari uraian diatas, nampaknya penyebutan nama desa “Bungaya” diambil dari tokoh orang-orang besar sebagai pendiri (Founding Father) di desa, dimana pada masa kepemimpinan I Gusti Ktut Alit Ngurah Bungaya disaat inilah Desa Bungaya mencapai puncak keemasan/kebesaran dimana saat itu beliau juga mengadakan berbagai upacara atau wali (piodalan desa) diantaranya adalah Waliaya atau Usaba Gede yang kini disebut Usaba Dangsil.
Guna Menyingkapi persejarahan Desa Bungaya secara pasti kapan berdiri dan kenapa disebut Desa Bungaya sampai kini misteri tersebut belum dapat dipecahkan hal ini disebabkan keberadaan prasasti Desa Bungaya sebagai sumber autentik telah lama sirna akibat pengaruh kekuasaan politik Raja karangasem.
Menurut penuturan Pedanda Gede Wayan Tamu dan Penyarikan Desa De Salah Darmana menyatakan : Kibendesa Bungaya yang saat ini dijabat oleh De Kebayan Sakti (I Gusti Ngurah Kubayan Bungaya), dianggap congah (durhaka terhadap raja) saat itu Desa Bungaya membawa bawaan ke Puri Karangasem. Prasasti Desa Bungaya kemudian diambil dan diamankan oleh pihak istana, selanjutnya Prasasti Bungaya dibawa ke Lombok oleh seorang bendega kapal/perahu Padwakang (kapal dagang Cina) dimana dalam pelayaran itu perahu tersebut gagal membawa prasasti itu ke Lombok (daerah kekuasaan kerajaan Karangasem) akibat keganasan gelombang dan hembusan angin kencang di Selat Lombok. Meski sampi kini kepastian tentang persejarahan Desa Bungaya nampak belum jelas, namun dari beberapa sumber lainnya seperti Lontar Purana Desa Bungaya, Babad Dalem dan sumber-sumber lainnyakiranya dapat memberikan secercah sinar terang yang nantinya dapat menguak takbir kegelapan.